Sejarah Sekolah

Sejarah Berdirinya SMA Katolik Sang Timur

Dahulu sebelum tahun 1986, masyarakat hanya mengenal TK – SD – SMP Katolik Sang Timur. Memang Yayasan Sang Timur cukup dikenal baik oleh warga, khususnya warga Paroki Maria Bunda Karmel.

Berawal dari misi Pendidikan Susteran Sang Timur, untuk melengkapi kompleks pendidikannya, maka dicetuskan ide untuk menyediakan lembaga pendidikan yang lebih tinggi, yaitu SMA Katolik Sang Timur.

Persiapan pun dilakukan dengan matang, dan yang diutus sebagai pengemban tugas yang tidak ringan ini diserahkan kepada Sr. Inigo PIJ, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Yayasan Karya Sang Timur Pusat.

Ternyata niat mendirikan SLTA tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat, terbukti jumlah murid angkatan pertama sekolah baru tersebut cukup banyak.

Melalui berbagai upaya dari Yayasan Karya Sang Timur, pada tahun pelajaran 1986/1987 mulai beroperasi sekolah lanjutan Tingkat Atas dengan nama SMA Katolik Sang Timur Tomang. Adapun Ijin Operasional telah diperoleh dengan Nomor SK Kep.55/101.A1/I/88.

Untuk menjalankan lembaga pendidikan ini diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai gedung sementara digunakanlah bangunan yang pada awalnya diperuntukan sebagai Sekolah Dasar Inpres yang lokasinya berada di belakang Gereja Maria Bunda Karmel (MBK), sebuah bangunan semi permanen yang didirikan di atas lahan seluas 3132 m2

Gedung sudah tersedia namun jalannya pendidikan tidak akan dapat terlaksana tanpa hadirnya guru. Dengan didasari pemikiran ini, maka Sr. Inigo PIJ mulai bergerak menghubungi sejumlah tenaga pendidik, yaitu Pak Budi (Pastor Budi) yang saat itu bekerja di percetakan, Bu Theresia, dan Bu Yatniati. Dan tugas mengajar pun tidak dibagi seperti kondisi sekarang ini, satu orang bertanggungjawab terhadap beberapa mata pelajaran. Pembagian tenaga pengajar saat itu berdasarkan atas bidang ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan alam. Pak Budi menangani bidang IPA, sedangkan Bu Theresia menangani bidang IPS, untuk Bahasa Indonesia dipercayakan kepada Bu Yatni.  Dengan keterbatasan jumlah guru pada saat itu SMA Katolik Sang Timur terus berupaya menambah jumlah tenaga pendidik, sehingga jumlah Tenaga Pendidik ada 11 Guru, sedangkan tenaga administrasi sebanyak 3 orang dan 1 orang tenaga kebersihan.

Nama Guru Angkatan  Pertama        

  1. Sr Marianti PIJ mengajar Pendidikan Agama Katolik
  2. M.A. Irma Justiana Teguh Pramono mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman
  3. Maria Theresia Sukasyanti mengajar Sejarah, Tata Negara, Antropologi
  4. Antonia Maria Yatniati mengajar Bahasa Indonesia
  5. Maria Padmisulistyowati mengajar Matematika
  6. Vincentius Isdiyanto mengajar Kesenian
  7. Petrus Yoseph Budi Santoso mengajar Fisika, Kimia
  8. Marianus Rofinus Tupen mengajar Biologi
  9. Dede Nurjani mengajar Pendidikan Jasmani,Olah Raga dan Kesehatan
  10. Susana Sri Swasti W. mengajar Ekonomi / Akuntansi
  11. Katharina Wiqudhyaning D. mengajar BP mulai bertugas Januari 1987

 

Nama Pegawai Tata Usaha dan Karyawan  Sekolah Angkatan Pertama

  1. Sr. Yudith bertugas sebagai Bendahara
  2. R. Ismarfiani bertugas sebagai pegawai Tata Usaha
  3. Laurentia Dwi Kurniawati bertugas sebagai pegawai Tata Usaha
  4. Mulyono bertugas sebagai Kebersihan

Kelas pertama yang dibuka sebanyak 3 kelas, dengan jumlah murid 98 orang terdiri dari 56 murid laki-laki dan 42 orang murid perempuan. Sebagai sekolah yang baru saja berdiri, SMA Katolik Sang Timur menyandang predikat terdaftar, dan dengan demikian untuk ujian EBTANAS pun harus dilakukan di sekolah negeri, sama seperti ujian persamaan atau ujian negeri. Pada tahun 1988/1989 SMA Katolik Sang Timur Tomang berhasil menghantar kelulusan murid angkatan pertama sebanyak 74 orang, terdiri dari 49 dengan jurusan IPA (A1 = 31, dan A2 =18), dan 25 jurusan IPS (A3). Pada saat itu siswa-siswi kelas III harus menjalani EBTANAS di Aula SMA Negeri 78.

Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, karena berita yang sangat menggembirakan bagi segenap Keluarga Besar SMA Katolik Sang Timur, tanpa mengalami perjenjangan yang lama dan menyulitkan, dan berkat rencana Tuhan, SMA Katolik Sang Timur langsung memperoleh predikat sebagai sekolah dengan status DISAMAKAN.

Usaha untuk memperkenalkan sekolah baru ini tidak hanya dilakukan dengan mengejar prestasi akademik. Sr. Inigo PIJ sebagai Kepala Sekolah pada saat itu berpendapat bahwa melalui kegiatan non akademik cukup efektif untuk memperkenalkan bahwa SMA Katolik Sang Timur itu memiliki eksistensi.  Maka kompetisi demi kompetisi baik tingkat kecamatan, maupun DKI mulai disertakan nama SMA Katolik Sang Timur.

Mulai saat itulah SMA Katolik Sang Timur mulai dikenal masyarakat. Dan jumlah siswa dari tahun ke tahun pun kian bertambah.  Sampai saat ini pun SMA Katolik Sang Timur kesulitan untuk dapat menampung semua peminat, oleh karenanya untuk dapat diterima di SMA Katolik Sang Timur harus menjalani adananya ujian saringan masuk.

Pada tahun kedua(1987/1988), jumlah murid SMA Katolik Sang Timur mulai mengalami perkembangan dengan jumlah murid kelas I sebanyak 80 orang, dan jumlah murid kelas II sebanyak 88 orang. Sedangkan pada tahun ketiga(1988/1989)  jumlah murid kelas I adalah 119 orang, murid kelas II sebanyak 84. orang, dan kelas III sebanyak 79 orang.

Dengan perkembangan tersebut maka diperlukan sarana / tempat pendidikan yang lebih baik, untuk terus meningkatkan mutu pendidikan semakin baik. melalui pembangunan gedung sekolah secara bertahap, pada tahun 1990 diresmikanlah gedung

sekolah yang cukup baik. Gedung sekolah yang baru diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta waktu itu,-Mgr. Leo Sukoto, SJ dan Gubernur DKI Jakarta,- Tjokro Pranolo.

Gedung ini adalah bagian pertama, yang sampai sekarang masih ditempati, yaitu bangunan 3 lantai dengan batas dari WC Pria sampai kelas 1B yang sekarang sebagai ruangan akhirnya.

Gedung bagian selanjutnya pun mulai direncanakan untuk dapat diwujudkan Pada tahun 1990, kembali diadakan peresmian dan diberkati oleh Mgr. Leo Sukoto. Dan sekarang kita mengenalnya sebagai bagian gerbang utama SMA Katolik Sang Timur

Nama Kepala Sekolah dari Tahun 1986 sampai sekarang

  1. Sr. Inigo, PIJ ( 1986- 1990)
  2. Sr. Maria Alfonsa, PIJ (1990 – 1993)
  3. Sr. Theodora, PIJ ( 1993 -2000)
  4. Sr. Antoni, PIJ (2000- 2007)
  5. Sr. Yosefina, PIJ (2007 – 2009)
  6. Sr. Antoni PIJ( 2009 – 2015)
  7. Sr. Marsella PIJ, M.Pd. (2015 – sekarang)

PERKEMBANGAN DAN PENCAPAIAN PRESTASI PENDIDIKAN DI SMA KATOLIK SANG TIMUR

Dengan perkembangan jumlah murid, dan semakin memadainya sarana pendidikan berupa gedung sekolah dan sarana pendukung lainnya SMA Katolik berhasil mencapai status DISAMAKAN dengan Nomor SK 009/C/Kep/I/1990 pada tanggal 24 Januari 1990 yang  dikemudian dikenal dengan sebutan terakreditasi A. Dan pada tahun 2000 lalu Sang Timur jajaran 10 besar peringkat sekolah di DKI Jakarta.

Sebagai sekolah Swasta, setiap 5 tahun sekali, SMA Katolik Sang Timur dievaluasi oleh Pemerintah melalui Dinas Pendidikan. Hasil evaluasi tersebut sejauh ini SMA Katolik Sang Timur selalu dinyatakan sebagai sekolah dengan Akreditasi A. Bahkan pada tahun 2006 ditetapkan sebagai sekolah yang siap menjadi sekolah kategori mandiri dengan Nomor SK 460/2006 pada tanggal 29 Desember 2006.

Melalui kerja sama yang baik dari seluruh komponen sekolah: murid, guru, pegawai tata usaha, karyawan sekolah, kepala sekolah, dan pihak Yayasan Karya Sang Timur, SMA Katolik telah memperoleh berbagai prestasi, misalnya menjadi sekolah sehat, sekolah dengan perpustakaan terbaik, dan memperoleh prestasi dalam berbagai kompetesisi antar sekolah baik bidang akademis mapun non akademis.

Pada Tahun 2004 Siswa SMA Katolik Sang Timur mewakil Indonesia dalam kompetisi Olimpiade Komputer Tingkat Dunia di Yunani dan India dan mengirimkan murid dalam kompetisi OSN tingkat nasional untuk mata pelajaran ekonomi pada tahun 2007 dan  prestasi akademis antar sekolah di tingkat propinsi DKI Jakarta.

Di bidang non akademis, para murid SMA Katolik Sang Timur berhasil meraih banyak piala dari berbagai kompetisi. Dan, pada tahun 2012 SMA Katolik Sang Timur meraih prestasi dimana Kepala Sekolah menjadi kepala sekolah berpertasi peringkat pertama se-Kota Jakarta Barat, dan peringkat kedua se-Provinsi DKI Jakarta.

Proses pendidikan di SMA Katolik Sang Timur dapat mendorong para murid untuk berkembang melalui berbagai kegiatan pembelajaran dengan mengacu kurikulum nasional dan melakukan penyesuaian dengan kondisi yang ada di sekolah. SMA Katolik Sang Timur menerapkan pendidikan berkarakter kasih, disiplin, jujur, semangat, pantang menyerah, dan beriman. Target pendidikan yang ingin dicapai dirumuskan dalam sebuah visi sekolah : Unggul dalam prestasi, bertumbuh dalam iman, dijiwai oleh semangat persaudaraan dan kasih.